Sabtu, 17 Februari 2018

KONSEP DASAR SISTEM



BAB 2 KOSEP DASAR SISTEM

Pendekatan sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistem. Pendekatan sistem diperlukan apabila kita menghadapi masalah yang kompleks sehingga memerlukan analisis terhadap permasalahan tersebut, untuk memahami hubungan bagian lain dalam masalah tersebut, dan kaitan antara masalah tersebut dengan masalah lainnya.
A.   Hakikat Sistem
1.    Pengertian Sistem
Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu sistema, yang artinya himpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan. Selain itu, bisa diartikan sekelompok elemen yang independe, namun saling berkaitan sebagai satu kesatuan. Dengan demikian sistem merupakan sekumpulan dari beberapa bagian yang memiliki keterkaitan dan saling berkerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai tujuan dari sistem tersebut.
2.    Teori Sistem
Teori sistem memiliki dua konsep dasar. Pertama, konsep subsistem yang melihat hubungan antar bagian sebagi hubungan sebab akibat. Kedua, memandang sebab jamak (multiple causation) sebagai hubungan yang saling berkaitan, yakni setiap bagian merupakan kumpulan yang setiap faktornya saling berkaitan.
3.    Historis Perkembangan Teori Sistem
Menurut Kohler, sebuah  teori sistem dimaksudkan untuk lebih mengajarkan sifat yang paling umum seperti properti organik daripada sistem organik untuk satu derajat. Permintaan ini dipenuhi dengan teori sistem terbuka. Teori sistem terbuka adalah sebuah lanjutan berdasarkan fakta yang biasa bahwa organisme adalah suatu sistem terbuka.
Teori sistem sering diidentikkan dengan teori cybernatika dan control. Hal ini tentu tidak benar sebab cybernatika adalah berpikir kesisteman yang beranggapan bahwa manusia dan masyarakat dapat dipahami melalui kajian terhadap pesan fasilitas komunikasinya.
4.    Konsep Sistem
a.    Hakikat Konsep Sistem
Suatu sistem sebenarnya mencakup suatu suatu spectrum yang sangat luas dari suatu paham. Sistem dapat berupa abstrak dan fisik. Sistem abstrak adalah suatu susunan atas suatu gagasan yang saling bergantung satu dengan yang lainnya. Sedangkan sistem fisik adalah susunan teratur dari unsur-unsur yang saling berkesinambungan.
Suatu sistem bukanlah unsur yang tersusun secara tidak beraturan melainkan unsur-unsur yang saling berhubungan dan berkerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
b.    Subsistem
Subsistem adalah merupakan komponen atau bagian dari suatu sistem. Subsistem ini dapat berupa fisik ataupun abstrak. Subsistem sebenarnya hanya sistem dari suatu sistem. Hal ini berarti bah0wa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Setiap sistem terdiri atas sistem tingkat yang lebih rendah lagi.
c.    Suprasistem
Suprasistem adalah sistem yang mempunyai hubungan lebih luas dari sistem. Jika suatu sistem menjadi bagian dari sistem lain yang lebih besar, sistem yang lebih besar tersebut dikenal dengan sebutan suprasistem.
5.    Pendekatan Pengembangan Sistem
a.    Dipandang dari Metodelogi yang Digunakan
1)    Pendekatan Klasik (Clasical Approach)
Pendekatan klasik yang disebut juga pengembangan tradisional/konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada sistem life cycle.

2)    Pendekatan Terstruktur (Structured Approach)
Pendekatan ini dimulai awal tahun 1970 dan dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem.
b.    Dipandang dari Sasaran yang Dicapai
1)    Pendekatan sepotong (piecerneal approach)
2)    Pendekatan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu
3)    Pendekatan sistem
4)    Pendekatan yang menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan.
c.    Dipandang dari Cara Menentukan Kebutuhan Sistem
1)    Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach)
Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional ketika transaksi dilakukan.
2)    Pendekatan Atas Turun
Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi, kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi, lalu proses turun ke pemerosesan transaksi.
d.    Dipandang dari Cara Mengembangkannya
1)    Pengembangan sistem menyeluruh, pendekatan yang mengembangkan sistem serentak.
2)    Pendektatan moduler, pendekatan yang berusaha memecahkan sistem rumit menjadi beberapa bagian yang sederhana.
e.    Dipandang dari Teknologi yang Digunakan
1)    Pendekatan lompatan jauh, pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak.
2)    Pendekatan berkembang, pendektaan yang menerapkan perubahan canggih untuk aplikasi yang memerlukan saja dan akan terus berkembang.
B. Karakteristik, Desain, dan Daur Hidup Sistem
1.  Karakteristik Sistem
Jogianto, mengemukankan bahwa sisetm mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu input, proses dan output. Hal ini merupakan konsep sistem yang sangat sederhana sebab beberapa sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran.
2.    Desain Sistem
Berdasarkan beberapa definisi, desain sistem dapat diartikan :
a.    Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
b.    Pendefinisian dari kebutuhan fungsional
c.    Persiapan rancang bangun untuk implementasi
d.    Menggambarkan cara suatu sistem dibentuk
3.    Daur Hidup Sistem
Pembangunan sistem merupakan salah satu dari rangkaian daur hidup suatu sistem. Proses ini merupakan aspek yang sangat penting. Fase atau tahapan daur hidup suatu sistem yaitu, mengenali adanya kebutuhan, pembangunan sistem, pengoperasian sistem dan sistem menjadi usang.
C.   Bentuk, Jenis, Klasifikasi dan Perilaku Sistem
1.    Bentuk Sistem
Pada dasarnya hanya ada dua jenis sistem yaitu, Sistem alami, seperti sistem matahari, luar angkasa, reproduksi, dsb. Sistem buatan, seperti sistem hukum. Perpustakaan, transportasi, dsb.
2.    Jenis Sistem
Jenis sistem terdiri atas sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka yaitu sistem yang tidak memiliki sasaran, pengendalian mekanis, dan umpan balik. Sistem tertutup, adalah sistem yang tidak berinteraksi secara langsung dengan lingkungannya melalui arus sumber daya.
3.    Klasifikasi Sistem
Sistem dapat dikasifikaikan dari beberapa sudut pandang, yaitu:
a.    Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik, merupakan sistem yang ada secara fisik misalnya sistem computer, akuntansi, produksi, dsb.
b.    Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan buatan manusia. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia yaitu sistem yang melibatkan antara mesin dan  manusia, misalnya penggunaan computer yang berinteraksi dengan manusia.
c.    Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tentu dan tidak tentu. Sistem tentu yaituberoperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem tidak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi.
d.    Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup dan terbuka. Sistem tertutup yaitu sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka yaitu sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
4.  Pelaku Sistem
Pelaku sistem terdiri atas, pemakai, pemeriksa, penganalisi sistem, pendesain sistem, programmer, personel pengoperasian

D.    Model Sistem
Model dapat digunakan pada analisis untuk mengembangkan pemahaman tentang sistem. Contoh tipe-tipe model yang dapat dibuat, yaitu :
a.    Model pemerosesan data. Diagram aliran data yang menunjukan cara data diproses pada tahap-tahap yang berbeda dari sistem.
b.    Model komposisi. Diagram relasi entitas menunjukan cara entitas terbentuk dan entitas yang lain.
c.    Model arsitektural. Menunjukan subsistem utama yang membentuk sistem.
d.    Model klasifikasi. Diagram objek memiliki karakteristik yang sama.
e.    Model stimulus respons. Diagram transisi status menunjukan cara sistem bereaksi terhadap event internal dan eksternal.

1.    Model Konteks
Pada tahap ini, elisitasi persyaratan dan proses analisis harus diputuskan batasan-batasan sistem. Setelah batasan sistem ditentukan, bagian kegiatan analisis adalah definisi dari konteks dan ketergantungan dengan lingkungannya.
2.    Model Perilaku
Model perilaku digunakan untuk mendeskripsikan perilaku sistem secara menyeluruh. Ada dua tipe model perilaku, yaitu model aluiran data yang memodelkan pemerosesan data pada sistem, model state machine yang memodelkan cara sistem bereaksi terhadap event.
a.    Model Aliran Data
Model aliran data merupakan cara yang intuitif untuk menunjukan cara data diproses oleh sistem. Model ini dipakai untuk menunjukan cara data mengalir melalui serangkaian langkah pemerosesan.
b.    Model State Machine
Model ini digunakan untuk memodelkan perilaku sistem sebagai tanggapan atas event internal atau eksternal. Model ini berguna untuk pemerosesan real time karena sistem ini sering dikendalikan oleh stimuli dan lingkungan sistem.
3.    Model Objek
Pendekatan berorientasi objek ke seluruh pengembangan perangkat lunak sekarang ini umum digunakan, terutama untuk pengembangan sistem interaktif. Hal ini berarti persyaratan sistem dilakukan dengan memakai model objek, dan pengembangan sistem dilakukan dalam bahasa pemograman berorientasi objek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP DASAR TEKNOLOGI INFORMASI

BAB 3 KONSEP DASAR TEKNOLOGI INFORMASI Data dan informasi merupakan bahan dasar dalam penyusunan sistem informasi sehingga pemahama...