BAB
2 KOSEP DASAR SISTEM
Pendekatan sistem adalah
upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah
yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistem. Pendekatan sistem
diperlukan apabila kita menghadapi masalah yang kompleks sehingga memerlukan
analisis terhadap permasalahan tersebut, untuk memahami hubungan bagian lain
dalam masalah tersebut, dan kaitan antara masalah tersebut dengan masalah
lainnya.
A. Hakikat Sistem
1. Pengertian
Sistem
Kata
sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu sistema, yang artinya himpunan bagian
atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu
keseluruhan. Selain itu, bisa diartikan sekelompok elemen yang independe, namun
saling berkaitan sebagai satu kesatuan. Dengan demikian sistem merupakan
sekumpulan dari beberapa bagian yang memiliki keterkaitan dan saling berkerja
sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai tujuan dari sistem tersebut.
2. Teori
Sistem
Teori
sistem memiliki dua konsep dasar. Pertama, konsep subsistem yang melihat
hubungan antar bagian sebagi hubungan sebab akibat. Kedua, memandang sebab
jamak (multiple causation) sebagai hubungan yang saling berkaitan, yakni setiap
bagian merupakan kumpulan yang setiap faktornya saling berkaitan.
3. Historis
Perkembangan Teori Sistem
Menurut Kohler,
sebuah teori sistem dimaksudkan untuk
lebih mengajarkan sifat yang paling umum seperti properti organik daripada sistem
organik untuk satu derajat. Permintaan ini dipenuhi dengan teori sistem
terbuka. Teori sistem terbuka adalah sebuah lanjutan berdasarkan fakta yang
biasa bahwa organisme adalah suatu sistem terbuka.
Teori
sistem sering diidentikkan dengan teori cybernatika dan control. Hal ini tentu
tidak benar sebab cybernatika adalah berpikir kesisteman yang beranggapan bahwa
manusia dan masyarakat dapat dipahami melalui kajian terhadap pesan fasilitas
komunikasinya.
4. Konsep
Sistem
a.
Hakikat
Konsep Sistem
Suatu
sistem sebenarnya mencakup suatu suatu spectrum yang sangat luas dari suatu
paham. Sistem dapat berupa abstrak dan fisik. Sistem abstrak adalah suatu
susunan atas suatu gagasan yang saling bergantung satu dengan yang lainnya.
Sedangkan sistem fisik adalah susunan teratur dari unsur-unsur yang saling
berkesinambungan.
Suatu
sistem bukanlah unsur yang tersusun secara tidak beraturan melainkan
unsur-unsur yang saling berhubungan dan berkerja sama untuk mencapai suatu
tujuan.
b.
Subsistem
Subsistem
adalah merupakan komponen atau bagian dari suatu sistem. Subsistem ini dapat
berupa fisik ataupun abstrak. Subsistem sebenarnya hanya sistem dari suatu sistem.
Hal ini berarti bah0wa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Setiap sistem
terdiri atas sistem tingkat yang lebih rendah lagi.
c.
Suprasistem
Suprasistem
adalah sistem yang mempunyai hubungan lebih luas dari sistem. Jika suatu sistem
menjadi bagian dari sistem lain yang lebih besar, sistem yang lebih besar
tersebut dikenal dengan sebutan suprasistem.
5. Pendekatan
Pengembangan Sistem
a.
Dipandang
dari Metodelogi yang Digunakan
1) Pendekatan
Klasik (Clasical Approach)
Pendekatan klasik yang disebut juga
pengembangan tradisional/konvensional adalah pengembangan sistem dengan
mengikuti tahapan pada sistem life cycle.
2) Pendekatan
Terstruktur (Structured Approach)
Pendekatan ini dimulai awal tahun 1970
dan dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik yang dibutuhkan dalam
pengembangan sistem.
b.
Dipandang
dari Sasaran yang Dicapai
1) Pendekatan
sepotong (piecerneal approach)
2) Pendekatan
yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu
3) Pendekatan
sistem
4) Pendekatan
yang menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan.
c.
Dipandang
dari Cara Menentukan Kebutuhan Sistem
1) Pendekatan
Bawah Naik (Bottom Up Approach)
Pendekatan dari level bawah organisasi,
yaitu level operasional ketika transaksi dilakukan.
2) Pendekatan
Atas Turun
Pendekatan ini dimulai dengan
mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi, kemudian dilakukan
analisis kebutuhan informasi, lalu proses turun ke pemerosesan transaksi.
d.
Dipandang
dari Cara Mengembangkannya
1) Pengembangan
sistem menyeluruh, pendekatan yang mengembangkan sistem serentak.
2) Pendektatan
moduler, pendekatan yang berusaha memecahkan sistem rumit menjadi beberapa
bagian yang sederhana.
e.
Dipandang
dari Teknologi yang Digunakan
1) Pendekatan
lompatan jauh, pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak.
2) Pendekatan
berkembang, pendektaan yang menerapkan perubahan canggih untuk aplikasi yang
memerlukan saja dan akan terus berkembang.
B. Karakteristik,
Desain, dan Daur Hidup Sistem
1. Karakteristik
Sistem
Jogianto,
mengemukankan bahwa sisetm mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu,
yaitu input, proses dan output. Hal ini merupakan konsep sistem yang sangat
sederhana sebab beberapa sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran.
2. Desain
Sistem
Berdasarkan beberapa definisi, desain sistem
dapat diartikan :
a.
Tahap setelah analisis dari siklus
pengembangan sistem
b.
Pendefinisian dari kebutuhan fungsional
c.
Persiapan rancang bangun untuk implementasi
d.
Menggambarkan cara suatu sistem dibentuk
3. Daur
Hidup Sistem
Pembangunan
sistem merupakan salah satu dari rangkaian daur hidup suatu sistem. Proses ini
merupakan aspek yang sangat penting. Fase atau tahapan daur hidup suatu sistem
yaitu, mengenali adanya kebutuhan, pembangunan sistem, pengoperasian sistem dan
sistem menjadi usang.
C. Bentuk, Jenis, Klasifikasi dan Perilaku
Sistem
1. Bentuk
Sistem
Pada dasarnya hanya
ada dua jenis sistem yaitu, Sistem alami, seperti sistem matahari, luar
angkasa, reproduksi, dsb. Sistem buatan, seperti sistem hukum. Perpustakaan, transportasi,
dsb.
2. Jenis
Sistem
Jenis
sistem terdiri atas sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka yaitu
sistem yang tidak memiliki sasaran, pengendalian mekanis, dan umpan balik.
Sistem tertutup, adalah sistem yang tidak berinteraksi secara langsung dengan
lingkungannya melalui arus sumber daya.
3. Klasifikasi
Sistem
Sistem dapat dikasifikaikan dari
beberapa sudut pandang, yaitu:
a. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah
sistem yang berupa pemikiran atau ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem
fisik, merupakan sistem yang ada secara fisik misalnya sistem computer,
akuntansi, produksi, dsb.
b. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan buatan manusia. Sistem alamiah
adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem
buatan manusia yaitu sistem yang melibatkan antara mesin dan manusia, misalnya penggunaan computer yang
berinteraksi dengan manusia.
c. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem tentu dan tidak tentu. Sistem tentu yaituberoperasi
dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem tidak tentu adalah
sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi.
d. Sistem
diklasifikasikan sebagai sistem tertutup dan terbuka. Sistem tertutup yaitu
sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka yaitu
sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
4. Pelaku
Sistem
Pelaku
sistem terdiri atas, pemakai, pemeriksa, penganalisi sistem, pendesain sistem,
programmer, personel pengoperasian
D.
Model
Sistem
Model
dapat digunakan pada analisis untuk mengembangkan pemahaman tentang sistem.
Contoh tipe-tipe model yang dapat dibuat, yaitu :
a. Model
pemerosesan data. Diagram aliran data yang menunjukan cara data diproses pada
tahap-tahap yang berbeda dari sistem.
b. Model
komposisi. Diagram relasi entitas menunjukan cara entitas terbentuk dan entitas
yang lain.
c. Model
arsitektural. Menunjukan subsistem utama yang membentuk sistem.
d. Model
klasifikasi. Diagram objek memiliki karakteristik yang sama.
e. Model
stimulus respons. Diagram transisi status menunjukan cara sistem bereaksi
terhadap event internal dan eksternal.
1.
Model Konteks
Pada
tahap ini, elisitasi persyaratan dan proses analisis harus diputuskan
batasan-batasan sistem. Setelah batasan sistem ditentukan, bagian kegiatan
analisis adalah definisi dari konteks dan ketergantungan dengan lingkungannya.
2.
Model Perilaku
Model perilaku digunakan
untuk mendeskripsikan perilaku sistem secara menyeluruh. Ada dua tipe model
perilaku, yaitu model aluiran data yang memodelkan pemerosesan data pada
sistem, model state machine yang memodelkan cara sistem bereaksi terhadap
event.
a.
Model
Aliran Data
Model aliran data merupakan cara yang
intuitif untuk menunjukan cara data diproses oleh sistem. Model ini dipakai
untuk menunjukan cara data mengalir melalui serangkaian langkah pemerosesan.
b.
Model
State Machine
Model ini digunakan untuk memodelkan
perilaku sistem sebagai tanggapan atas event internal atau eksternal. Model ini
berguna untuk pemerosesan real time karena sistem ini sering dikendalikan oleh
stimuli dan lingkungan sistem.
3.
Model Objek
Pendekatan
berorientasi objek ke seluruh pengembangan perangkat lunak sekarang ini umum
digunakan, terutama untuk pengembangan sistem interaktif. Hal ini berarti
persyaratan sistem dilakukan dengan memakai model objek, dan pengembangan
sistem dilakukan dalam bahasa pemograman berorientasi objek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar